SMP Negeri 3 Selat menunjukkan kemampuannya menjadi pioner dalam penyelenggaraan peningkatan mutu guru melalui worksop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan workshop pembelajaran trilingual. Kegiatan ini melibatkan semua guru SMPN 3 Selat ditambah beberapa guru dari SMPN 1 Selat dan guru-guru SD. Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bapak I Gede Basma, M.Si. Dalam sambutannya, Bapak I Gede Basma
menyampaikan aprsiasinya terhadap kegiatan yang diselenggarakan SMPN 3 Selat yang digawangi oleh Kepala Sekolah Bapak Drs I Nyoman Widiarta, M,Si. Demikian juga perhatian Bapak Sekdis tertuju pada penerimaan tamu dan pelaksanaan kegiatan yang memunculkan pendidikan karakter bangsa. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta, tamu undangan dan nara sumber yang kemudian dilanjutkan dengan doa. Sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah dari Bapak Pengawas SMP Kabupaten Karangasem, dan dari unsur Forum Ilmiah Guru yang terdiri dari Bapak I Nyoman Dana, S.Pd., M.Pd., Bapak I Gusti Ngurah Kartika, S.Pd., M.Pd., Bapak Ida Bagus Nyoman Japa, S.Pd., M.Pd., dan Bapak I Wayan Darma, M.Si.
kegiatan yang
selenggarakan ini merupakan tindak lanjut dari perencanaan program
peningkatan mutu yang tertuang dalam RKAS 2015. Prgram peningkatan mutu yang
direalisasi hari ini adalah peningkatan mutu guru yang tercantum dalam sub
program Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dan peningkatan mutu
proses. Proses interaksi dalam kelas antara guru dengan siswa
tidak terlepas dari kemampuan guru dalam mengelola kelas. Proses belajar
mengajar yang bermutu akan dapat menghasilkan lulusan yang bermutu juga.
Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas guru. Jadi
guru memberikan kontribusi yang paling besar terhadap kualitas pendidikan. Guru adalah ”The man behind the curriculum”,yang
secara rinci diatur dalam
permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses. Permen PAN RB nomor 16
tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya merupakan salah
satu dasar juga dalam pelaksanaan workshop ini. Untuk bisa naik pangkat
setingkat lebih tinggi, seorang guru dituntut untuk dapat menyusun karya tulis
baik berupa PTK maupun karya tulis lainnya.
Kegiatan ini
terdiri dari dua jenis workshop yaitu workshop PTK yang mulai dilaksanakan dari
hari ini, kemudian dilanjutkan tanggal 28 Juli dan tanggal 30 Nopember 2015.
Dimana kegiatan diawali dengan penyusunan proposal, proses editing proposal,
penyusunan instrument, [engambilan data pada bulan juli s/d oktober, penyusunan
laporan dan proses verifikasi layak seminar. Hasil seminar tersebut, kami
rencanakan untuk bisa diterbitkan pada majalah kami yang ber ISSN yang
rencananya kami akan launching awal tahun 2016. Kedepan kami merencanakan untuk
membuat jurnal ilmiah guru sebagai wadah karya tulis guru di kec selat. Kami
mohon dukungan juga kpd PGRI kec selat agar bisa menjadi motivator dan katalis
dalam pembentukan jurnal tersebut. Sasaran workshop PTK ini adalah guru dapat
menerapkan pendekatan, metode, strategi pembelajaran di ruang kelas yang
kemudian menyusunnya menjadi karya tulis dalam bentuk PTK.
Workshop yang
kedua yaitu penerapan pembelajaran trilingual yang dilaksanakan mulai besok tgl
6 Juni, dan dilanjutkan penerapan dalam kelas tgl 29 dan 30 Juli 2015. Sasaran
workshop ini adalah agar guru sebagai pendidik tidak tabu menggunakan Bahasa
Inggris sederhana dalam pembelajaran, dan bagi siswa menjadi sebuah kebiasaan
mendengar, mengerti dan menjawab dalam bahasa inggris sederhana. Diharapkan
dari keberanian menggunakan bahasa inggris pasaran ini dapat mengubah suasana
sekolah menjadi sebuah taman belajar yang menyenangkan seperti yang disampaikan
Bapak Anis Baswedan.
Kegiatan workshop tersebut dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dari Bulan Juni s/d Nopember 2015. yang diakhiri dengan kegiatan seminar PTK. Tujuan dari kegiatan ini adalah
- Melatih guru-guru dalam menyusun karya tulis terutama dalam hubungannya dengan peningkatan mutu proses seperti penyusunan laporan penelitian tindakan kelas.
- Memenuhi salah satu persyaratan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
- Menyatukan visi dan misi guru guru dalam peningkatan mutu proses pembelajaran.
- Mendukung program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam meningkatkan mutu sekolah.
- Wahana untuk bertukar pikiran antar guru.
It gives you a short form to fill in, with the details you’ll need to write your answer. http://lvm2kzz5mb.dip.jp http://o9t0xmsqj8.dip.jp http://wnoyqpkwja.dip.jp
BalasHapus